Pendahuluan
Negara diklasifikasikan menjadi tiga yaitu negara maju, berkembang dan negara miskin. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat ekonomi. Negara maju, memiliki tingkat ilmu pengetahuan dan teknologinya sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam teknologi tingkat tinggi yang dihasilkan dan digunakan diberbagai bidang. Contoh negara maju antara lain, Jepang, Amerika, Jerman, Perancis dan sebagainya. Sedangkan, negara berkembang memiliki tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonominya masih perlu ditingkatkan. Dibidang teknologi, negara berkembang banyak memanfaatkan teknologi yang ditemukan oleh negara-negara maju (lebih banyak hanya sebagai pengguna teknologi). Contoh negara berkembang adalah Indonesia, Malaysia, India dan sebagainya. negara miskin adalah negara yang tingkat ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonominya masih tergolong rendah. Negara-negara ini masih banyak memerlukan bantuan dan tergantung pada negara maju dan berkembang.
Pada masa sekarang ini, orang sudah mulai memikirkan bagaimana caranya agar keunggulan komparatif yang sudah dimiliki dapat dipadukan dengan keunggulan-keunggulan kompetitif. Negara harus sudah mulai memikirkan bagaimana agar dapat bersaing dengan negara-negara lain didunia, terutama dengan mengedepankan keunggulan kompetitifnya. Berdasarkan hasil riset dari United Nation and Development Program (UNDP) tahun 2005, Indonesia berada di peringkat 110 dari 175 negara dalam hal kualitas Sumber Daya Manusianya. Untuk itulah perlu adanya penanganan/pengelolaan yang serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada sekarang ini, karena tidak mudah untuk mengubah paradigma atau kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat yang sebetulnya sangat merugikan bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia. Apabila sumber daya manusia yang ada dapat dtangani dengan baik niscaya akan dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan persaingan negara dengan negara lain didunia.
Pada masa sekarang ini, orang sudah mulai memikirkan bagaimana caranya agar keunggulan komparatif yang sudah dimiliki dapat dipadukan dengan keunggulan-keunggulan kompetitif. Negara harus sudah mulai memikirkan bagaimana agar dapat bersaing dengan negara-negara lain didunia, terutama dengan mengedepankan keunggulan kompetitifnya. Berdasarkan hasil riset dari United Nation and Development Program (UNDP) tahun 2005, Indonesia berada di peringkat 110 dari 175 negara dalam hal kualitas Sumber Daya Manusianya. Untuk itulah perlu adanya penanganan/pengelolaan yang serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada sekarang ini, karena tidak mudah untuk mengubah paradigma atau kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat yang sebetulnya sangat merugikan bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia. Apabila sumber daya manusia yang ada dapat dtangani dengan baik niscaya akan dapat memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan persaingan negara dengan negara lain didunia.
Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia
Sejarah Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan manajemen secara umumnya. Sebelum awal abad 20 manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak hati oleh majikan. Manusia tidak dihargai karena dianggap sebagai salah satu faktor produksi yang disamakan dengan mesin, uang, metode dan sebagainya. Majikan lebih memberikan perhatian besar pada sumber daya alam dari pada sumber daya manusia. Hal tersebut disebabkan pada masa itu manusia masih banyak yang belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang mamadai, sehingga perhargaan pada manusia masih rendah. selain itu juga jumlah tenaga kerja yang berlebihan, dibandingkan ketersediaan lapangan kerja. Dalam perkembangan selanjutnya perhatian terhadap faktor manusia sebagai sumber daya manusia jauh lebih besar. Hal ini disebabkan karena perkembangan pengetahuan manajemen, organisasi serikat kerja yang lebih aktif dan adanya kekurangan tenaga kerja. dengan adanya faktor di atas, pada sekitar tahun 1950-an para ahli mengkaji kembali pentingnya peranan sumber daya manusia dalam kegiatan organisasi.
Di Indonesia masalah sumber daya manusia baru mulai diperhatikan lebih serius pada tahun 1970-an. Hal ini dibuktikan dengan munculnya Undang-undang tentang tenaga kerja, peraturan upah minum dan kesejahteraan pegawai. Sampai saat ini peningkatan kualitas sumber daya manusia masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun jika mempunyai keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain, contohnya Jepang. Sumber daya alam yang dimiliki negara jepang terbatas, akan tetapi sumber daya manusia yang dimilki sangat berkualitas, hal ini dapat menempatkan Jepang sebagai salah satu negara maju di dunia. Untuk itu negara Indonesia yang sudah mempunyai keunggulan komparatif, harus selalu mengupayakan tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tidak ketinggalan negara-negara lain.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam bidang /fungsi produksi, pemasaran, keuangan, ataupun kepegawaian. Karena sumberdaya manusia(SDM) diangggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang di sebut manajemen sumber daya manusia. Istilah “ manajemen mempunyai arti sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnyamemanage (mengelola) sumber daya manusia.
Dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, permasalahan yang dihadapi manajemen bukan hanya terdapat hanya pada bahan mentah, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja, tetapi juga menyangkut karyawan (sumber daya manusia) yang mengelola factor produksi lainnya tersebut. Namun, perlu di ingat bahwa sumber daya manusia manusia sendiri sebagai faktor produksi, seperti halnya factor produksi yang lainnya, merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Karyawan baru yang belum memilii keterampilan dan keahlian dilatih, sehingga menjadi karyawan yang terampil dan ahli. Apabila dia dilatih lebih lanjut serta diberikan pengalaman dan motivasi, dia akan menjadi karyawan yang matang. Pengolahan sumber daya manusia inilah yang disebut Manajemen SDM.
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Fungsi manajemen SDM hampir sama dengan fungsi manajemen umum, yaitu :
1. Fungsi manajerial
- Perencanaan (planning)
- Pengorganisasian (organizing)
Apabila serangkaian kegiatan telah disusun dalam rangka mencapai tujuan organisasi,maka untuk pelaksanaan atau implementasi kegiatan tersebut harus diorganisasikan. Organisasisebagai alat untuk mencapai tujuan secara efektif, oleh sebab itu dalam fungsi organisasi harus terlihat pembagian tugas dan tanggung jawab orang-orang atau karyawan yang akan melakukankegiatan masing-masing
- Pengarahan (directing)
Untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan, dan agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan efektif maka diperlukan adanya arahan (directing) dari manajer. Dalam suatuorganisasi yang besar biasanya pengarahan tidak mungkin dilakukan oleh manajer itu sendiri,melainkan didelegasikan kepada orang lain yang diberi wewenang untuk itu
- Pengendalian (controlling)
Fungsi pengendalian adalah untuk mengatur kegiatan, agar kegiatan-kegiatan organisasiitu diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Di samping itu pengendalian jugadimaksudkan untuk mencari jalan ke luar atau pemecahan apabila terjadi hambatan pelaksanaan kegiatan
2. Fungsi operasional
- Pengadaan tenaga kerja (SDM)
seorang manajer sumber daya manusia akan bertujuanuntuk memperoleh jenis dan jumlah tenaga atau sumber daya manusia yang tepat, sesuai dengankemampuan yang dibutuhkan oleh unit-unit kerja yang bersangkutan. Penentuan sumber dayamanusia yang akan dipilih harus benar-benar yang diperlukan, bukan karena ada tenaga tersedia.Oleh sebab itu system rekruitmen yang mencakup seleksi harus terlebih dahulu dikembangkansecara matang
- Pengembangan
Dengan adanya tenaga atau sumber daya, yang telah diperoleh suatu organisasi, maka perlu diadakan pengembangan tenaga sampai pada taraf tertentu sesuai dengan pengembanganorganisasi itu. Pengembangan sumber daya ini penting, searah dengan pengembangan organisasi.Apabila organisasi itu ingin berkembang maka seyogianya diikuti oleh pengembangan sumberdaya manusia. Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikandan pelatihan yang berkesinambungan
- Kompensasi
Kompensasi adalah merupakan fungsi manajemen yang sangat penting. Melalui fungsiini organisasi memberikan balas jasa yang memadai dan layak kepada karyawan. Hal ini wajarkarena karyawan sebagai sumber daya manusia organisasi tersebut telah memberikan jasanyayang besar terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dari hasil-hasil penelitian, meskipunkompensasi bukan hanya berupa materi atau uang, namun bentuk gaji sangat penting untukmeningkatkan hasil kerja
- Pengintegrasian
Integrasi adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk rekonsiliasi kepentingan-kepentingan karyawan dalam suatu organiasasi. Telah di sadari bersama bahwa dalam pelaksanaan kegiatan organisasi sering terjadi benturan kepentingan di antara karyawan atauantara karyawan dengan manajer. Untuk itulah pentingnya fungsi integrasi ini agar diperolehkesepakatan kembali dalam pelaksanaan kegiatan organisasi
- Pemeliharaan
Karena kemampuan tersebut adalahmerupakan asset yang penting bagi terlaksananya tugas dan tujuan organisasi. Fungsi pemeliharaan ini termasuk juga jaminan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan
- Pemutusan hubungan kerja
Seorang karyawan tidak mungkin akan selalu bekerja pada organisasi tertentu. Pada suatuketika paling tidak mereka harus memutuskan hubungan kerja dengan cara pensiun. Untuk itumaka tenaga kerja atau karyawan tersebut harus kembali ke masyarakat. Organisasi harus bertanggung jawab dalam memutuskan hubungan kerja ini sesuai dengan ketentuan-ketentuanyang berlaku, dan menjamin warga masyarakat yang dikembalikan itu berada dalam keadaanyang sebaik mungkin. Seorang manajer sumber daya manusia harus melaksanakan fungsi inidengan baik . Pelaksanaan berbagai fungsi manajemen sumber daya manusia sebenarnya bukan hanyamenciptakan sumber daya manusia yang produktif mendukung tujuan organisasi, akan tetapi juga menciptakan suatu kondisi yang lebih baik guna meningkatkan potensi dan motivasi sumberdaya manusia dalam berkarya. Pelaksanaan job analysis, perencanaan sumber daya manusia,rekruitmen dan seleksi, penempatan dan pembinaan karir serta pendidikan dan pelatihan yang baik dapat meningkatkan potensi sumber daya manusia untuk berkarya, karena telahmendapatkan bekal pengetahuan, keterampilan dan ditempatkan pada kedudukan yang tepat (theright man on the right place). Sedangkan pelaksanaan fungsi sumber daya manusia lainnya seperti kompensasi, perlindungandan hubungan tenaga kerja yang baik akan dapat menimbulkan stimulus yang mendorongmeningkatnya motivasi kerja sumber daya manusia.
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Tujuan manajemen SDM adalah menigkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam perusahaan melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis, dan sosial. Manajemen SDM mendorong para manajer dan tiap karyawannya untuk melaksanakan strategi yang telah diterapkan oleh perusahaan. Untuk mendukung para pimpinan yang mengoperasikan departemen-departemen atau unit-unit organisasi dalam perusahaan sehingga manajemen SDM harus memiliki sasaran, seperti :
- Sasaran perusahaan
Departmen SDM di ciptakan untuk dapat membantu para manajer dalam mencapai sasaran perusahaan, dalam hal ini antara lain : perencanaan SDM, seleksi, pelatihan, pengembangan, pengangkatan, penempatan, penilaian, hubungan kerja.
- Sasaran Fungsional
Sasaran ini untuk mempertahankan kontribusi departemen SDM pada level yang cocok bagi berbagai kebutuhan perusahaan, seperti : pengangkatan, penempatan, dan penilaian
- Sasaran sosial
Sasaran sosial ini meliputi : keuntungan perusahaan, pemenuhan tuntutan hukum, dan hubungan manajemen dengan serikat pekerja.
- Sasaran pribadi karyawan
Untuk membantu para karyawan mencapai tujuan-tujuan pribadi mereka, setidaknya sejauh tujuan-tujuan tersebut dapat meningkatkan kontribusi individu atas perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar